Bu Kek Sian Su Jilid 4

Bu Kek Sian Su Jilid 4

Ilustrasi 4 Bu Kek Sian SuTeriakan Swat Hong ini mengejutkan hatinya. Dia menengok dan melihat tubuh anaknya meluncur turun. Dia kaget dan baru sadar bahwa ketegangan mendengar suaminya pulang membuat dia lupa kepada puterinya.

Sungguhpun Swat Hong telah memiliki ginkang yang cukup baik akan tetapi meluncur turun dari tempat tinggi seperti itu ada bahayanya patah atau setidaknya salah urat.

Untuk meloncat sudah tidak ada waktu lagi, maka cepat dia menyambar sebuah ranting kayu di dekat kakinya, melontarkan kayu itu dengan tepat melayang di bawah kaki Swat Hong dan anak ini juga idak menyianyiakan pertolongan ibunya.

Dia menginjak kayu itu dan tenaga luncuran kayu itu dapat menahan dan mengurangi tenaga luncuran tubuhnya sendiri dari atas sehingga dia dapat meloncat kebawah dengan aman.

Continue reading

Bu Kek Sian Su Jilid 3 Raja Pulau Es

Ilustrasi 3 Bu Kek Sian SuBu Kek Sian Su Jilid 3
Raja Pulau Es

 

“Bangsat kecil, engkau siapakah berani mencampuri urusan kami dan memaki kami?” bentak Patjiu Kai-ong sambil mengusap pundaknya yang berdarah.

Apa kau memiliki kepandaian maka berani mencela kami, tikus kecil?” bentak pula Thian-he Te-it yang masih ngilu rasa pahanya, dan untung bahwa pahanya itu tidak patah tulangnya.

Laki-laki itu melangkah maju menghampiri mereka dengan langkah tegap dan sikap sama sekali tidak takut, bahkan wajahnya itu berseri-seri memandang mereka seorang demi seorang.

Continue reading

Han Ti Ong Bu Kek Sian Su Jilid 3

Han Ti Ong Pangeran Pulau Es

Kisah kemunculan Han Ti Ong di Bu Kek Sian Su Jilid 3 ini akan membuat Kita memahami latar belakang cerita Bu Kek Sian Su.

Ilustrasi Han Ti OngPada jilid 3 dari Bu Kek Sian Su ini, kita akan mengenal karakter Han Ti Ong dan latar belakang keluarganya, Istana Pulau Es yang tersohor dan tentu saja bagaimana Sin Liong bisa menjadi murid Han Ti Ong.

Han Ti Ong memiliki peran yang sangat penting dalam cerita Bu Kek Sian Su, bahkan kelak justru dari Han Ti Ong inilah cerita serial Bu Kek Sian Su ini akan berkembang.

Nah, tanpa panjang lebar lagi, selamat membaca Bu Kek Sian Su Jilid 3 ini :

Continue reading

Kwa Sin Liong Bu Kek Sian Su jilid 2

Sin Liong alias Bu Kek Sian Su

Penggambaran Sin Liong Bu Kek Sian Su Jilid 2

Pada Bu Kek Sian Su jilid 1 sebelumnya, kita telah mengetahu asal-usul dari Kwa Sin Liong (Naga Sakti) atau  Sin Tong  (Anak Ajaib) karena keahliannya dalam ilmu pengobatan dengan tumbuh-tumbuhan yang tinggal dengan damai di Hutan Seribu Bunga.

Selain ahli dalam ilmu pengobatan, Sin Liong juga memiliki tulang yang kuat dan darah yang bersih karena kebiasaannya menjemur diri dengan sinar matahari pagi dan cahaya bulan purnama.

Karena kabar-kabar mengenai kelebihan Sin Liong itu telah menyebar luas, maka banyak tokoh-tokoh Kang Ouw baik dari golongan putih, maupun hitam yang ingin “mendapatkan” Sin Liong dengan kepentingannya masing-masing.

Pada Bu Kek Sian Su jilid 1, terjadilah pertempuran hebat antara  Cap-sa-sinhiap (13 Pendekar Sakti) murid-murid utama dari Partai Besar Bu-tong-pai dengan Pat-jiu-kai-pangcu (Ketua Perkumpulan Pengemis Delapan Lengan), yang bernama Pat-jiu Kai-ong.

Pat-jiu Kai-ong sedang menyempurnakan ilmu iblis yang disebut Hiat-ciang-hoat-sut (Ilmu Hitam Tangan Darah) yang membutuhkan darah seorang anak yang bersih darahnya. Tanpa syarat ini, ilmunya tidak akan sempurna.

Sedangkan 13  Pendekar Bu Tong sebagai golongan putih mempunyai kewajiban untuk membela kebenaran dan keadilan.

Maka pecahlah pertarungan dahsyat diantara 2 golongan ini yang mengakibatkan 12 orang dari Bu Tong Pai tewas!

Nah, bagaimana kelanjutan kisahnya? Dan bagaimanakah nasib Kwa Sin Liong alias Sin Tong?

Selamat membaca kisah selanjutnya dalam Sin Liong Bu Kek Sian Su jilid 2 berikut ini.

Continue reading

Bu Kek Sian Su

bu kek sian su


Sebelum Anda membaca Kisah Lengkapnya, berikut ini adalah pengantar singkat Cerita Silat Bu Kek Sian Su
:

Bu Kek Sian Su adalah episode pertama dari serial Bu Kek Sian Su yang terpopuler dari semua Cerita Silat Karya Kho Ping Hoo.

Bu Kek Sian Su sendiri memiliki makna Manusia Setengah Dewa (Sian Su) yang tidak diketahui asalnya oleh orang awam (Bu Kek), adalah julukan bagi tokoh utamanya yaitu Kwa Sin Liong atau sering disebut dengan Sin Tong (Anak Ajaib).

Dijuluki Sin Tong karena sejak kecil, Ia mampu mengobati berbagai macam penyakit.

Ia memiliki kebiasaan untuk berjemur di bawah sinar matahari  dan di bawah sinar bulan purnama, sehingga Ia memiliki tulang yang kuat dan  juga darah yang bersih karena ilmu pengobatannya.

Hal tersebut menarik minat para jagoan dunia persilatan (Kang Ouw) untuk mengangkatnya menjadi murid dan tidak sedikit juga yang mau mencelakakannya.

Perebutan atas Kwa Sin Liong,  akhirnya dimenangkan oleh Pangeran Han Ti Ong, seorang pendekar sakti keturunan Raja-raja  yang bertempat tinggal di sebuah tempat yang bernama Pulau Es.

Dari warisan ilmu Han Ti Ong itulah, Ia akhirnya menjadi amat sakti sehingga Ia dijuluki Bu Kek Sian Su.

Kelak, Bu Kek Sian Su memiliki murid-murid yang akan menjadi tokoh-tokoh utama dari cerita lanjutan Bu Kek Sian Su, yaitu Suling Emas, Cinta Bernoda Darah, Mutiara Hitam dan seterusnya (ada 17 Judul seluruhnya, lihat di halaman Judul Cerita Silat Kho Ping Hoo) .

Namun, tentu saja untuk menjadi Bu Kek Sian Su, tidaklah semudah itu, banyak pengorbanan, jatuh bangun yang Ia alami termasuk kisah Asmara yang rumit.

Ikuti kisah Kwa Sin Liong untuk menjadi manusia setengah Dewa di serial Bu Kek Sian Su berikut ini. Bisa jadi Anda akan “kecanduan” cerita silat ini.

Selamat Membaca!

 

Bu Kek Sian Su Episode 1

Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga).  

Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.

Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan itu mengusir halimun tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri.

Cahaya matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun, namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang pohon meluncur ke bawah, disana sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh warna dasar merah, kuning dan biru.

Continue reading